Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026 — Upaya memperluas wawasan pendidikan internasional kembali diwujudkan melalui kegiatan Bedah Kurikulum International Baccalaureate (IB) yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Pendidikan Fisika, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Geografi FKIP UHAMKA.
Acara menghadirkan Ummu Zakiyah, S.Pd., seorang guru dari Nassa School, sebagai narasumber utama. Dengan penyampaian yang komunikatif dan dekat dengan peserta, beliau mengajak mahasiswa untuk memahami lebih dalam tentang filosofi, struktur, serta pendekatan pembelajaran dalam kurikulum International Baccalaureate (IB).
Dalam pemaparannya, peserta diajak melihat bagaimana kurikulum internasional tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mendorong peserta didik untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi secara efektif, serta memiliki perspektif global.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Mahasiswa dari berbagai program studi aktif berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait peluang penerapan praktik pembelajaran berbasis IB dalam konteks pendidikan di Indonesia, khususnya pada bidang pendidikan sains dan sosial.
Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat perkembangan kurikulum pendidikan internasional sekaligus membuka wawasan mengenai tantangan dan peluang dunia pendidikan di masa depan.
Melalui kegiatan seperti ini, FKIP UHAMKA diharapkan terus menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk memperkaya perspektif, membangun kesiapan sebagai calon pendidik, serta menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Mengenal pendidikan global bukan sekadar mempelajari sistem yang berbeda, tetapi juga belajar bagaimana menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi generasi berikutnya.”
]]>
Kemampuan berpikir spasial menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran geografi. Kemampuan ini membantu siswa memahami lokasi, arah, bentuk, dan hubungan antar fenomena geografis di lingkungan sekitar. Untuk itu, pembelajaran geografi tidak hanya dapat disampaikan melalui teori, tetapi juga perlu dilengkapi dengan praktik langsung dan pengalaman kontekstual agar siswa lebih memahami secara mendalam.
Sebagai salah satu implementasi nyata, Ketua Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka), Mushoddik bersama mahasiswa menyelenggarakan kegiatan bertema GeoFun Camp: Belajar Geografi Lapangan Lewat Aktivitas Bermain dan Praktik di SMAS Budhi Warman I, Jakarta, Jumat (16/5). Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendalam bagi siswa.
Dalam GeoFun Camp, siswa diajak mengikuti serangkaian kegiatan menarik yang dirancang untuk memperkenalkan konsep geografi secara menyenangkan. Salah satu kegiatan utama yang mendapatkan perhatian besar adalah Pameran Alat Geografi. Siswa tidak hanya melihat berbagai alat geografi seperti kompas, GPS, pengenalan alat pengukur polusi udara, serta batuan dan jenis tanah.
Dalam kegiatan ini, siswa diberi kesempatan untuk mencoba langsung alat pengukur kualitas udara serta mengamati secara langsung berbagai jenis batuan dan tanah yang memiliki karakteristik berbeda. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengetahui fungsi alat dan jenis-jenis material geosains, tetapi juga memahami relevansinya terhadap kehidupan dan lingkungan sekitar.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan aktivitas kreatif seperti menggambar peta sederhana, bermain peran sebagai ahli geografi, serta simulasi pengamatan lingkungan. Pendekatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan daya pikir spasial mereka dengan cara yang aktif dan menyenangkan.
Hilya Azizah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAS Budi Warman I, menegaskan pentingnya penerapan pembelajaran kontekstual dalam kelas.
“Ketika siswa mendapatkan teori di kelas, maka perlu dikunci dengan praktik langsung agar ilmu tersimpan kuat dalam memori anak,” ujarnya.
Pendekatan seperti ini tidak hanya membuat siswa lebih aktif, tetapi juga membangun pemahaman yang lebih kuat dan aplikatif terhadap konsep-konsep geografi. Diharapkan melalui pembelajaran geografi yang lebih kontekstual dan interaktif ini, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir spasial secara optimal. Selain memahami konsep-konsep geografi, mereka juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti memahami pentingnya menjaga kualitas udara dan mengenali kondisi tanah di sekitar mereka.
Kegiatan seperti GeoFun Camp menjadi contoh konkret bagaimana geografi dapat diajarkan secara menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
]]>
Jakarta, 24 April 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) menggelar aksi lingkungan pada Kamis (24/4) di Greenhouse FKIP UHAMKA dan Taman FKIP UHAMKA.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Program Studi Pendidikan Biologi serta didukung oleh Prodi Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, dan Pendidikan Geografi. Aksi kolaboratif ini menjadi bentuk nyata komitmen civitas akademika FKIP UHAMKA terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan bumi.
Rangkaian kegiatan meliputi penanaman bibit tanaman produktif dan tanaman hias di area greenhouse, aksi bersih lingkungan dan perawatan taman fakultas, edukasi zero waste lifestyle, hingga demonstrasi teknologi ramah lingkungan.
Ketua Prodi Pendidikan Biologi menyampaikan bahwa Hari Bumi bukan sekadar kegiatan seremonial menanam pohon, melainkan sarana penerapan ecopedagogy bagi calon guru. Menurutnya, isu lingkungan harus mampu dibawa ke ruang kelas karena bumi merupakan laboratorium pembelajaran terbesar.
Kolaborasi lintas program studi turut memperkuat pesan keberlanjutan tersebut. Ketua Prodi Pendidikan Matematika menjelaskan bahwa pihaknya menampilkan visualisasi data jejak karbon kampus agar mahasiswa dapat memahami krisis iklim melalui pendekatan angka dan analisis yang lebih terukur.
Sementara itu, Ketua Prodi Pendidikan Fisika menekankan bahwa energi merupakan isu penting dalam keberlanjutan lingkungan. Pada kegiatan tersebut ditampilkan demonstrasi panel surya sederhana beserta perhitungan efisiensi energi sebagai bentuk edukasi transisi energi bersih di lingkungan sekolah.
Ketua Prodi Pendidikan Geografi juga mengajak peserta untuk memetakan ruang hijau kampus guna meningkatkan pemahaman spasial mahasiswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekitar sebagai bagian dari literasi keruangan yang kontekstual.
Dekan FKIP UHAMKA yang hadir secara langsung mengapresiasi sinergi empat program studi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi contoh nyata implementasi Education for Sustainable Development karena FKIP UHAMKA tidak hanya mencetak guru yang kompeten, tetapi juga pendidik yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan Deklarasi “FKIP UHAMKA Peduli Bumi” serta komitmen bersama untuk mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai di lingkungan fakultas.
– Selesai –
]]>
Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyelenggarakan Guest Lecture Internasional dengan tema, Roadmap Riset Internasional Geografi: Strategi, Peluang, dan Kolaborasi Global yang dilaksanakan di Ruang 406, Laintai 4 Gedung A FKIP Uhamka, Senin (19/1).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Uhamka dalam memperluas wawasan akademik dan memperkuat jejaring riset global di bidang geografi, melalui Diskusi terfokus pada riset kolaboratif dengan UPSI dalam topik Education Sustainable Development Program dengan fokus pada poin SDGs 4 Pendidikan Berkualitas, SDGs 13 Penanganan Perubahan Iklim dan SDGs 17 Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan.
Acara ini menghadirkan narasumber internasional, Assoc. Prof. Mohd. Hairy Ibrahim dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, yang merupakan pakar dalam pendidikan dan riset geografi di tingkat regional maupun global. Kegiatan ini diikuti oleh Harinaredi selaku Wakil Dekan III FKIP Uhamka, Mushoddik selaku Kaprodi Pendidikan Geografi FKIP Uhamka, dosen, mahasiswa, serta civitas akademika FKIP Uhamka yang memiliki minat dalam pengembangan riset kolaboratif lintas negara.
Dalam sambutannya, Mushoddik selaku Kaprodi Pendidikan Geografi FKIP Uhamka menekankan pentingnya membangun strategi riset yang selaras dengan agenda global, termasuk kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pendekatan geografis.
“Kegiatan ini bukan hanya forum transfer ilmu, tetapi juga ruang strategis untuk merancang kolaborasi riset jangka panjang dengan institusi internasional. Kami percaya bahwa kualitas riset geografi Indonesia khususnya dalam konteks Pendidikan dapat bersaing di kancah global jika didukung oleh jejaring yang kuat dan visi yang jelas,” ujar Mushoddik.
Assoc. Prof. Mohd. Hairy Ibrahim dalam paparannya menjelaskan bahwa roadmap riset internasional harus dimulai dari identifikasi isu lokal yang relevan secara global, seperti perubahan iklim, ketimpangan spasial, mitigasi bencana, hingga pendidikan kebencanaan, topik-topik yang sangat dekat dengan konteks geografi perkotaan di Jakarta dan wilayah rentan lainnya.
“Riset geografi tidak hanya tentang pemetaan, tetapi tentang solusi. Dan solusi itu menjadi lebih kuat ketika dikembangkan melalui kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara,” tegasnya.
Selain itu, Ia juga membagikan pengalaman UPSI dalam membangun kemitraan riset dengan universitas di Asia Tenggara, Eropa, dan Timur Tengah, serta memberikan panduan praktis mengenai cara mengakses pendanaan riset internasional, publikasi di jurnal bereputasi, dan pembentukan kelompok riset transnasional.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem riset geografi yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi global di lingkungan FKIP Uhamka, sekaligus memperkuat peran Pendidikan Geografi sebagai agen perubahan dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.
Buat kamu yang penasaran dengan keunggulan fasilitas-fasilitas Uhamka dan program-program studinya sudah terakreditasi Unggul, Kampus dengan taraf kurikulum Internasional yaitu Kurikulum Outcome Based Education (OBE), dan penawaran beasiswa serta potongan biaya kuliah menarik hingga 45%, kamu bisa cek dan daftarkan dirimu secara langsung di link https://pmb.uhamka.ac.id/ dan kamu bisa kuliah mulai dari harga 680 ribu per bulan dan total dana beasiswa yang ditawarkan Uhamka sebesar 40 miliar.
]]>
Dalam upaya memperluas wawasan akademik dan memperkuat jejaring riset global di bidang geografi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) menyelenggarakan Guest Lecture Internasional dengan tema, “Roadmap Riset Internasional Geografi: Strategi, Peluang, dan Kolaborasi Global”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, pukul 13.30 WIB hingga selesai, di Ruang 406, Gedung A Lantai 4, Kampus UHAMKA.
Acara ini menghadirkan narasumber internasional, Assoc. Prof. Dr. Mohd. Hairy Ibrahim dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, yang merupakan pakar dalam pendidikan dan riset geografi di tingkat regional maupun global. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta civitas akademika FKIP UHAMKA yang memiliki minat dalam pengembangan riset kolaboratif lintas negara.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Pendidikan Geografi FKIP UHAMKA menekankan pentingnya membangun strategi riset yang selaras dengan agenda global, termasuk kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pendekatan geografis.
“Kegiatan ini bukan hanya forum transfer ilmu, tetapi juga ruang strategis untuk merancang kolaborasi riset jangka panjang dengan institusi internasional. Kami percaya bahwa kualitas riset geografi Indonesia—khususnya dalam konteks pendidikan—dapat bersaing di kancah global jika didukung oleh jejaring yang kuat dan visi yang jelas,” ujarnya.
Assoc. Prof. Dr. Mohd. Hairy Ibrahim dalam paparannya menjelaskan bahwa roadmap riset internasional harus dimulai dari identifikasi isu lokal yang relevan secara global, seperti perubahan iklim, ketimpangan spasial, mitigasi bencana, hingga pendidikan kebencanaan—topik-topik yang sangat dekat dengan konteks geografi perkotaan di Jakarta dan wilayah rentan lainnya.
“Riset geografi tidak hanya tentang pemetaan, tetapi tentang solusi. Dan solusi itu menjadi lebih kuat ketika dikembangkan melalui kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara,” tegasnya.
Ia juga membagikan pengalaman UPSI dalam membangun kemitraan riset dengan universitas di Asia Tenggara, Eropa, dan Timur Tengah, serta memberikan panduan praktis mengenai cara mengakses pendanaan riset internasional, publikasi di jurnal bereputasi, dan pembentukan kelompok riset transnasional.
Diskusi terfokus pada riset kolaboratif Pendidikan Geografi UHAMKA dengan UPSI dalam topik education sustainable development program.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem riset geografi yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi global di lingkungan FKIP UHAMKA—sekaligus memperkuat peran Pendidikan Geografi sebagai agen perubahan dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.
]]>