Jakarta – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA) mengadakan Pelatihan Jurnalistik Kampus dengan menghadirkan Hendra Apriyadi, M.Pd., dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sekaligus Anggota Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang A FKIP UHAMKA pada 23 April 2025.

Pelatihan tersebut dihadiri oleh Dekan FKIP UHAMKA, Purnama Syae Purrohman, M.Pd., Ph.D., dan Wakil Dekan IV FKIP, Amirullah, M.A. Sebanyak 30 mahasiswa yang tergabung dalam pengurus HIMA Prodi, BEM FKIP, dan IMM FKIP turut serta dalam kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Amirullah, M.A. menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya untuk mensyiarkan program-program studi di FKIP UHAMKA. “Melalui pelatihan jurnalistik ini, diharapkan para mahasiswa mampu membuat laporan berita setiap kali ada kegiatan di program studi. Saat ini, banyak kegiatan yang belum terdokumentasikan dengan baik. Dengan bekal pelatihan ini, para peserta dapat memproduksi laporan berita yang nantinya akan didampingi langsung oleh Hendra Apriyadi,” ujarnya.

Sementara itu, Purnama Syae Purrohman, M.Pd., Ph.D. menambahkan pentingnya membiasakan mahasiswa untuk menulis. “Dengan keterbiasaan menulis, mahasiswa akan terbiasa menciptakan karya dan meningkatkan kemampuan literasi. Mari kita niatkan untuk menuntut ilmu sebaik mungkin. Seperti dalam kutipan bahasa Arab, ‘Ilmu itu laksana hewan buruan dan menulis adalah pengikatnya.’ Semoga melalui pelatihan ini lahir kader-kader persyarikatan yang terampil di bidang jurnalistik,” jelasnya.

Narasumber utama, Hendra Apriyadi, menyampaikan bahwa melalui aktivitas jurnalistik, mahasiswa didorong untuk berpikir kritis, meneliti, menyusun argumen secara sistematis, serta menyajikan tulisan secara menarik dan informatif. “Dalam prosesnya, kegiatan jurnalis kampus memberikan pengalaman nyata, mulai dari teknik peliputan, wawancara, penyuntingan, hingga publikasi. Mahasiswa yang terlibat akan belajar menyampaikan gagasan secara efektif dan bertanggung jawab, serta membangun kepekaan terhadap isu-isu sosial, budaya, dan pendidikan,” ujar penerima Award Majalah Suara Muhammadiyah tahun 2016 dan 2020.

(Hendra/Tim Jurnalis FKIP)