
Suasana kelas mata kuliah Bermain dan Permainan Anak Usia Dini Program Studi PG PAUD berlangsung lebih hangat dan meriah dari biasanya. Kelas yang diampu oleh Dr. Khusniyati Masykuroh, M.Pd. kedatangan mahasiswa tamu dari Iloilo Science and Technology University, Filipina, yang hadir dalam rangka program pertukaran mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Mahasiswa Filipina yang turut hadir antara lain Edcil Joy C. Denila, Ronijelle G. Escala, Amanda Louise P. Paulman, dan Rapha Mae Siga-an.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai permainan tradisional Indonesia sebagai bagian dari pembelajaran mengenai pentingnya bermain bagi perkembangan anak usia dini. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap arahan, mengamati bahan permainan, mencoba membuat media sederhana, serta berdiskusi mengenai nilai edukatif yang terkandung dalam permainan tradisional, seperti kerja sama, ketangkasan, kreativitas, dan interaksi sosial.
Menariknya, beberapa mahasiswa dari Filipina mengungkapkan bahwa sejumlah permainan tradisional Indonesia memiliki kemiripan dengan permainan yang juga dikenal di negara mereka. Kesamaan tersebut menjadi bahan diskusi yang menarik di kelas, karena menunjukkan bahwa permainan anak tidak hanya menjadi bagian dari budaya lokal, tetapi juga dapat menjadi jembatan pemahaman antarbangsa. Mereka terlihat sangat tertarik ketika mengetahui bahwa permainan tradisional dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan bagi anak usia dini.
“I am really impressed by the diversity and richness of Indonesia’s traditional games. It was fascinating to see how these games promote values such as teamwork, creativity, and physical agility in children. The hands-on experience allowed me to understand better how games can be integrated into early childhood education to enhance learning. I feel inspired and excited to bring some of these ideas back to the Philippines to share with my peers and future students.”
“Saya benar-benar terkesan dengan keberagaman dan kekayaan permainan tradisional Indonesia. Sangat menarik melihat bagaimana permainan ini mempromosikan nilai-nilai seperti kerja sama, kreativitas, dan ketangkasan fisik pada anak-anak. Pengalaman langsung ini memungkinkan saya untuk lebih memahami bagaimana permainan dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan anak usia dini untuk meningkatkan pembelajaran. Saya merasa terinspirasi dan bersemangat untuk membawa beberapa ide ini kembali ke Filipina untuk dibagikan dengan teman-teman sekelas dan siswa-siswa saya di masa depan,” kesan Edcil Joy.
Dr. Khusniyati Masykuroh, M.Pd. menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa tamu ini memberikan pengalaman belajar lintas budaya yang bermakna bagi seluruh peserta kelas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa PG PAUD tidak hanya belajar tentang konsep bermain dan permainan anak, tetapi juga memahami bahwa permainan tradisional memiliki nilai universal yang mampu mempertemukan budaya Indonesia dan Filipina dalam suasana pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.