Jakarta – Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKNDik) Tahun 2025 di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Kegiatan ini berlangsung pada 1–14 Februari 2025 dengan mengangkat berbagai program pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat Pulau Pari.

Pelaksanaan KKNDik menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat. Program yang dikembangkan mencakup pengembangan sektor pariwisata, penguatan UMKM melalui pengurusan izin usaha, edukasi lingkungan dan pengembangan kesadaran kebersihan, serta digitalisasi transaksi UMKM melalui QRIS. Keempat bidang tersebut menjadi fokus kegiatan KKNDik Pendidikan Ekonomi UHAMKA di Pulau Pari.

Kegiatan KKNDik diawali dengan proses pemetaan potensi yang dilakukan sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan. Hasil pemetaan tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan bersama masyarakat. Konsep KKNDik yang dikembangkan juga menempatkan masyarakat sebagai sasaran pemberdayaan dan mahasiswa sebagai aktor yang mengimplementasikan gagasan dalam bentuk program nyata sebagai bagian dari Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Pengembangan Pariwisata Pulau Pari melalui Booklet dan Edukasi Public Speaking

Pada bidang pariwisata, mahasiswa mengembangkan booklet Pulau Pari sebagai media informasi dan promosi wisata. Booklet disusun berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat lokal yang memuat informasi mengenai sejarah, destinasi wisata, makanan khas, serta berbagai informasi menarik mengenai Pulau Pari. Booklet tersebut dibuat dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta tersedia dalam bentuk digital melalui QR Code.

Selain pembuatan booklet, mahasiswa juga melaksanakan pembuatan kamus mini dan workshop public speaking serta Bahasa Inggris. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi peserta dalam menyambut wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.

Melalui metode interaktif, simulasi tour guide, permainan, dan praktik berbicara, peserta mendapatkan pengalaman langsung menggunakan kosakata Bahasa Inggris dalam konteks pariwisata. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kosakata dan kepercayaan diri peserta dalam berkomunikasi.

Program tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata Pulau Pari yang lebih informatif, komunikatif, dan berkelanjutan.


Penguatan UMKM melalui Pendampingan Izin Usaha

Program berikutnya berfokus pada penguatan UMKM melalui pendampingan pengurusan legalitas usaha. Mahasiswa melakukan identifikasi UMKM secara langsung dengan metode door to door untuk mengetahui kondisi dan status izin usaha para pelaku UMKM di Pulau Pari.

Dari 20 pelaku UMKM yang diwawancarai, mahasiswa menemukan masih terdapat pelaku usaha yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Mahasiswa kemudian memberikan pendampingan mengenai persyaratan administrasi dan proses pendaftaran melalui sistem Online Single Submission (OSS). Salah satu pelaku usaha berhasil mendapatkan NIB melalui pendampingan tersebut.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha, tetapi juga membantu pelaku UMKM memahami langkah administratif yang diperlukan untuk mengembangkan usaha secara lebih formal.

Membangun Kesadaran Lingkungan melalui Edukasi Bank Sampah dan Ecolife

Kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan KKNDik Pendidikan Ekonomi. Kelompok mahasiswa mengembangkan program edukasi lingkungan melalui Bank Sampah, termasuk sosialisasi kepada masyarakat dan pembuatan media edukasi mengenai pengelolaan sampah.

Dalam luaran kelompok, tercantum flyer Bank Sampah yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Bank Sampah setempat, kegiatan sosialisasi masyarakat, serta pembuatan edukasi sampah dan Ecolife.

Program tersebut menjadi upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas kehidupan sekaligus mendukung keberlanjutan Pulau Pari sebagai kawasan wisata.

Pendekatan ini juga sejalan dengan latar belakang program KKNDik yang menekankan pentingnya pengembangan wisata berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat, edukasi ekowisata, pengelolaan pengunjung, serta promosi pariwisata yang ramah lingkungan.

Dorong Digitalisasi UMKM melalui QRIS

Sejalan dengan perkembangan ekonomi digital, mahasiswa juga menghadirkan program digitalisasi transaksi UMKM melalui QRIS. Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari identifikasi UMKM, kunjungan langsung, pendampingan pembuatan QRIS, simulasi transaksi, hingga monitoring dan evaluasi.

Program tersebut menjadi bentuk pengenalan teknologi digital kepada pelaku UMKM agar dapat beradaptasi dengan perubahan perilaku transaksi masyarakat. Digitalisasi pembayaran diharapkan dapat memberikan alternatif transaksi yang lebih praktis sekaligus mendorong pelaku usaha untuk semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi dalam kegiatan ekonomi.

KKNDik sebagai Ruang Belajar dan Pemberdayaan

Selain program utama tersebut, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan pendidikan melalui bimbingan belajar bagi anak-anak di Pulau Pari. Kegiatan dilakukan secara tatap muka dengan peserta didik tingkat TK hingga SD dan menggunakan pendekatan pembelajaran yang interaktif melalui permainan, kuis, serta aktivitas kelompok.

Kegiatan bimbingan belajar memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi pedagogis sekaligus memahami kondisi pendidikan masyarakat di wilayah kepulauan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perkembangan kemampuan siswa dalam membaca, menulis, serta menghitung.

Dengan demikian, KKNDik tidak hanya menjadi kegiatan pengabdian, tetapi juga menjadi laboratorium pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah, kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi masyarakat.

Ketua Prodi: KKNDik Wujud Implementasi Catur Dharma dan Pembelajaran Kontekstual

Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP UHAMKA, Dr. Trisni Handayani, M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan KKNDik di Pulau Pari merupakan bagian dari upaya Prodi Pendidikan Ekonomi menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan teori dengan persoalan nyata di masyarakat.

“KKNDik merupakan wujud nyata implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah sekaligus pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai konsep ekonomi, kewirausahaan, pendidikan, dan lingkungan di dalam kelas, tetapi juga belajar bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.”

Menurut Dr. Trisni, keberagaman program yang dilaksanakan mahasiswa menunjukkan bahwa kompetensi Pendidikan Ekonomi dapat diimplementasikan dalam berbagai konteks kehidupan masyarakat.

“Melalui kegiatan di Pulau Pari, mahasiswa belajar melihat potensi ekonomi lokal, mendampingi UMKM, mengenalkan digitalisasi, mengembangkan potensi pariwisata, sekaligus membangun kesadaran lingkungan. Ini merupakan proses pembelajaran yang sangat penting untuk membentuk mahasiswa yang kreatif, inovatif, adaptif, dan produktif,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan KKNDik menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengembangkan social awareness dan problem solving, karena program yang dijalankan berangkat dari hasil pemetaan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Dekan FKIP UHAMKA Lepas Mahasiswa, Wakil Dekan I Lakukan Penjemputan

Pelaksanaan KKNDik Pendidikan Ekonomi 2025 mendapat dukungan dari pimpinan FKIP UHAMKA. Pengantaran mahasiswa dilakukan oleh Dekan FKIP UHAMKA, Bapak Purnama Syaepurrahman, M.Pd., Ph.D., sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan mahasiswa di lapangan.

Sementara itu, kegiatan penjemputan mahasiswa dilakukan oleh Wakil Dekan I FKIP UHAMKA, Ibu Dr. Ika Yatri, M.Pd. Rangkaian pengantaran dan penjemputan menjadi bagian dari dukungan kelembagaan terhadap proses pembelajaran dan pengabdian mahasiswa di masyarakat.

Dokumentasi dalam laporan KKNDik juga menunjukkan rangkaian kegiatan mulai dari pembekalan, pengantaran mahasiswa, pelaksanaan program di lapangan, monitoring dan evaluasi, hingga penjemputan serta diseminasi hasil kegiatan.

Dari Pulau Pari, Mahasiswa Belajar untuk Memberi Dampak

Pelaksanaan KKNDik Pendidikan Ekonomi FKIP UHAMKA di Pulau Pari memperlihatkan bahwa pembelajaran mahasiswa dapat dikembangkan melalui pengalaman langsung bersama masyarakat.

Mulai dari booklet pariwisata, workshop public speaking dan Bahasa Inggris, pendampingan izin usaha, bimbingan belajar, edukasi Bank Sampah dan Ecolife, hingga pendampingan QRIS, seluruh program diarahkan untuk menjawab kebutuhan dan potensi lokal. Luaran masing-masing kelompok juga menunjukkan adanya produk dan kegiatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Melalui KKNDik 2025, Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP UHAMKA terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi knowledge seeker, tetapi juga menjadi problem solver dan agent of change yang mampu menghadirkan gagasan, bekerja bersama masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Belajar dari masyarakat, mengembangkan potensi lokal, dan menghadirkan solusi nyata. Dari Pulau Pari, Pendidikan Ekonomi UHAMKA terus bergerak untuk memberi dampak. 🌱🌊

#KKNDik2025 #PendidikanEkonomiUHAMKA #PEKOMUHAMKA #FKIPUHAMKA #UHAMKA #PulauPari #KepulauanSeribu #PemberdayaanMasyarakat #UMKM #PariwisataBerkelanjutan #GreenEconomic #QRIS #BankSampah #MahasiswaBerdampak