Dosen FKIP Uhamka berikan Pelatihan Pengelolaan Organisasi di Karang Taruna Jakarta Selatan

Sebagai Universitas Unggulan, Uhamka turut mewajibkan dosen-dosennya menunaikan chatur dharma Perguruan Tinggi diantaranya dengan bentuk pengabdian kepada masyarakat (PKM). Tidak lain pada dosen Program Studi Pendidikan Sejaran FKIP Uhamka laksanakan kegiatan PKM di Karang Taruna RT 13 wilayah Kemuning IV B Pejaten Timur, Jakarta Selatan bersama 6 orang mahasiswa Pendidikan Sejarah atas Kerjasama dengan LPPM Uhamka (17/4).

 

Kegiatan ini terlaksana berupa pelatihan Tata Kelola Perorganisasian agar  Karang Taruna tersebut dapat melakukan segala sesuatunya dengan tertib baik secara pengelolaan organisasi maupun tertib secara administrasi. Dilain hal pula, kegiatan ini melatih anggota baru untuk  bisa mengerti tujuan pokok dan fungsi dari adanya Karang Taruna di wilayah mereka dan juga berguna untuk keberlangsungan kaderisasi dari Karang Taruna tersebut.

 

Andi selaku Ketua PKM menyebutkan kepada wartawan dalam sambungan telpon bahwa “kegiatan pelatihan ini sengaja kami adakan agar mereka anggota Karang Taruna dapat memahami tentang organisasi karang taruna itu sendiri begitupun dapat melasanakannya sehingga alur organisasinya berjalan dengan baik dan segala program-programnya dalam terlaksana dengan mudah dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.

 

Ia juga menambahkan bahwa “pemuda adalah agen perubahan, Generasi muda harus mengalami perkembangan dalam hal baru atau menciptakan hal-hal baru. Hal  ini  berarti  pada masa  kini, keterampilan memimpin merupakan nilai  tambah  yang  harus dimiliki oleh setiap generasi muda kita. Untuk  memiliki keterampilan memimpin, generasi muda kita harus dibekali dengan nilai-nilai atau moral value yang sesuai dengan kebutuhan di masa depan yang menjadikan mereka generasi milenial  yang tidak hanya cerdas tetapi juga berkarakter. Generasi muda kita harus berkarakter, kompeten, dan  inovatif dan memiliki daya saing yang tinggi agar mampu menghadapi persaingan global,” tutur Andi.

 

Peserta yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias. Hal ini terlihat akan tugas yang diberikan yaitu pembuatan proposal formal maupun non formal hingga selesai yang dipandu oleh narasumber dan dibantu oleh mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP Uhamka.