FKIP UHAMKA

Pergeseran Perilaku Belanja Akibat Pandemi Covid 19

Penyebaran virus corona (Covid-19) menyebabkan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di hampir seluruh wilayah tanah air. Akibat dari penerapan PSBB, sebagian besar orang harus melakukan aktivitas sehari-hari dari rumah saja baik untuk bekerja maupun  belajar. Hal ini jelas membawa dampak bukan hanya pada sisi pekerjaan ataupun belajar, namun juga mengubah perilaku masyarakat sebagai konsumen. Penerapan social distancing misalnya yang mempengaruhi perubahan perilaku konsumen dalam upaya memenuhi kebutuhannya saat pandemic ini.

Pergeseran Perilaku Belanja yang terjadi saat ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Pembelanjaan secara On Line

Pembatasan kegiatan di luar rumah, penutupan banyak toko dan pembatasan kegiatan perekonomian dengan kontak fisik secara langsung membuat masyarakat harus mencari alternative untuk memenuhi kebutuhannya. Pembelanjaan secara online menjadi alternative pilihan. Jika selama ini kegiatan belanja online didominasi oleh konsumen usia muda, di tengah keterbatasan kontak social saat ini maka keberadaan toko online dirasa sangat memudahkan dan bahkan nyaris tidak terelakkan. Konsumen online bukan hanya generasi milenial bahkan bagi konsumen di usia lanjut. Kemudahan ini didukung dengan berbagai layanan transportasi online, juga jasa kurir yang semakin marak. Pelaku bisnispun menangkap ini sebagai peluang untuk bisa tetap bertahan menjalankan kegiatan bisnisnya.

Galeri lainya

Kegiatan jual beli secara online bisa dilakukan melalui market place atau bisa juga dilakukan oleh individu pedagang. Meskipun transaksi melalui e-commerce masih didominasi warga yang berdomisili di DKI Jakarta dan Jawa Barat, namun keterbatasan yang terjadi karena pandemi ini telah turut serta mendorong konsumen yang berada di berbagai daerah untuk memanfaatkan platform e-commerce dalam memenuhi kebutuhannya.

 

  1. Konsumen Lebih Memilih Produk Valuable

Selain pola belanja online yang menjadi pilihan dalam pemenuhan kebutuhan, jenis produk yang dibeli pun mengalami pergeseran. Konsumen akan lebih mengutamakan belanja produk-produk valuable ketimbang produk – produk konsumtif hedonis. Produk-produk kebutuhan sanitasi, seperti tisu, sabun, atau pencuci barang akan menjadi barang yang lebih diutamakan dibanding perlengkapan make up misalnya. Produk kesehatan seperti makanan sehat, suplemen, bahkan rempah jamu jamuan menjadi hal yang paling dicari oleh konsumen.

Kegiatan sehari hari yang dilakukan dari rumah saja membuat individu memiliki banyak waktu luang. Spare waktu yang ada memungkinkannya untuk bisa mengembangkan potensi ataupun minat yang selama ini terabaikan. Banyak orang yang bisa lebih mengasah keterampilan berkebun, memasak, bermain music dan kegiatan hobby lainnya. Hal ini mendorong pergeseran pula dalam produk yang dikonsumsi. Produk – produk penunjang hobby juga menjadi barang yang banyak dikonsumsi.

Untuk meningkatkan kesehatan, kesadaran berolah raga di masa PSBB juga meningkat. Masyarakat semakin giat dan tertib dalam berolah raga. Di sisi lain dengan PSBB menjadikan kegiatan olahraga kelompok tidak dapat dilaksankan, maka alternative olah raga individu seperti jalan pagi, jogging ataupun bersepeda marak dilakukan. Hal ini mendorong meningkatnya kebutuhan alat olah raga individu.

 

  1. Pola Pembelian Berkelompok

Pembelian berkelompok atau Group buying adalah pembelian kolektif dari beberapa pembeli untuk mengaktifkan diskon. Mayoritas konsumen terimbas pandemic dengan keterbatasan penghasilan, namun kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi. Sementara pedagang ingin meningkatkan omzet penjualannya dengan menawarkan diskon untuk pembelian dalam jumlah tertentu. Kedua kondisi ini mendorong konsumen untuk bekerja sama membuat group dalam melakukan pembelian produk tertentu demi menikmati manfaat tersebut hingga mendapatkan harga yang lebih murah.

Pergeseran perilaku konsumen di masa pandemic dapat diprediksikan tidak berlaku hanya pada waktu yang singkat, namun akan mejadi kecendrungan kebiasaan baru meski pandemic telah berlalu.(nkk)

Stockity