Menyampaikan Kebaikan

Oleh : Dr. Desvian Bandarsyah, M.Pd

 

Sesuatu yang baik perlu disampaikan dengan cara yang baik, yang makruf. Begitu kira-kira pesan dari Surah al-Ashr pada bagian ayat 3, watawashaw bil-haqq.

Kata “tawashaw” pada bagian ayat ke 3 dari surah itu, oleh Ustaz Dr. Izza Rohman diartikan sebagai (saling) menyuruh dengan baik. Menyuruh dengan baik berarti Allah Swt. menyampaikan kepada manusia untuk melakukan sesuatu dengan baik. Sesuatu yang telah dicontohkan oleh Rasullullah dengan sikap, ucapan dan perilakunya yang baik.

Ini menjadi penting sekali dalam kehidupan manusia, karena banyak kebaikan menjadi sia-sia disebabkan cara menyampaikannya tidak baik. Orang selalu menyerukan kebaikan, tetapi kadang dengan cara yang tidak tepat (baik). Sehingga, kebaikannya menghilang, dan yang muncul ketidakbaikan. Kebaikan terpinggirkan karena soal bagaimana cara menyampaikannya.

Maka, mana yang lebih penting menyampaikan kebaikan sebagai kebaikan semata atau menyampaikan kebaikan dengan cara yang baik. Tentu saja keduanya penting.

Allah berfirman:

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

“Hendaknya kalian berdua ucapkan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan ia akan ingat atau takut kepada Allah” (Q.S. Thaha: 44).

Riwayat dari Rasulullulah saw. mengatakan:

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (H.R. Muslim no. 1893).

Kita menghindari kesia-siaan. Penting untuk menyampaikan kebaikan, namun tidak kalah pentingnya juga untuk memperhatikan cara yang baik dalam menyampaikan kebaikan. Kebaikan harus tersampaikan dengan baik, agar pesannya tidak hilang dalam hiruk-pikuk kehidupan.
Wallahu a’lam bis-shawab.

Leave a Reply

twenty − eight =